KUA Dan Pokjaluh Melakukan Pertemuan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

KUA Dan Pokjaluh Melakukan Pertemuan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Minggu, 28 Maret 2021

Kakan Kemenag H.Fitriadi di dampingi H.Andi Darwis Saat memimpin pertemuan menyambut bulan suci Ramadhan.




KAREBAKITA.COM---Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan pengurus POKJALUH (Kelompok Kerja Penyuluh) melakukan pertemuan dalam rangka persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H/2021 M di Aula Kantor Kemenag Soppeng, Senin (29/3/2021).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Soppeng H. Fitriadi, S.Ag.,M.Ag didampingi Kasi Bimas Islam H. A. Muhammad Darwis, M.Ag.

Dalam kata pengantarnya, Kepala Seksi Bimas Islam H. A. Darwis melaporkan hasil pertemuan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng yang berlangsung di Makodim 1423 pada Jumat (26/3/21) yang lalu.

"Insya Allah berdasarkan hasil pertemuan tim satgas penanganan covid-19 Kabupaten Soppeng, memungkinkan pelaksanaan ibadah pada bulan suci ramadhan bisa dilaksanakan secara berjamaah di masjid selama tidak ada penambahan kasus covid-19 di Kabupaten Soppeng dan jumlahnya tidak mencapai 30 pasien" ungkap A. Darwis.

Para Kepala KUA Kecamatan.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten. Soppeng H. Fitriadi dalam arahannya menegaskan bahwa masjid yang dibolehkan menggelar ibadah berjamaah selama bulan ramadhan adalah masjid yang lengkap alat protokol kesehatannya. Hal ini perlu ditindak lanjuti dengan sosialisasi lisan maupun tertulis melalui surat edaran ataupun pemasangan Baliho di semua penjuru wilayah.

Selain itu Kakan Kemenag berharap KUA dan Penyuluh Agama Islam bisa bekerjasama dalam mensosialisasikan penyeragaman waktu sholat dan waktu imsak khususnya di wilayah Kabupaten Soppeng.

"Saat ini, hampir semua Masjid di Kabupaten Soppeng tidak memiliki patokan, sehingga waktu sholat cenderung beda antara Masjid satu dan Masjid lainnya" ungkap Fitriadi.

Di akhir arahannya, Kepala Kantor Kemenag menginstruksikan Kepala KUA dan Penyuluh Agama untuk menjaga stabilitas keamanan di wliayah masing-masing apalagi pasca insiden pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar. 

"Jangan sampai insiden pengeboman ini menjadi issu SARA yang dapat memicu konflik" tegas Fitriadi. 

(QMH/AFR).