Ini Ciri dan Gejala Corona pada Anak

Ini Ciri dan Gejala Corona pada Anak

Sabtu, 02 Mei 2020

ILUSTRASI

Karebakita.com,-Agar lebih waspada, berikut ini 5 gejala corona pada anak dan balita yang harus diketahui orangtua.karna tidak hanya menyerang orang dewasa, virus Covid-19 juga bisa menjangkit segala usia termasuk balita dan anak-anak.


Sama seperti orang tua dan mereka yang sedang tidak dalam keadaan tidak fit, bayi di bawah umur 12 bulan juga rentan terpapar corona karena sistem imun mereka masih beradaptasi melawan infeksi virus. Selain itu, organ paru-paru bayi juga masih dalam tahap perkembangan.


Namun, kita perlu mengetahui ciri-ciri dan gejala corona pada anak agar tidak salah membedakannya dengan penyakit lainnya.


Agar para orangtua jadi lebih waspada, berikut ini ciri dan gejala corona yang umumnya ditemukan pada anak-anak.


1.Napas Lebih Cepat


Salah satu gejala corona pada anak bisa dilihat dari napas cepat dan berbeda dari biasa. Jika anak terlihat sesak napas, batuk terus menerus, bernapas berat, lubang hidung melebar, atau bagian tengah rusuk dada yang mencekung ke dalam, segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.


Gejala-gejala corona ini bisa disertai dengan demam atau tanpa demam. Untuk mempermudah, berikut definisi napas cepat pada anak:


Lebih dari 20 kali / menit pada anak diatas 12 tahun

Lebih dari 40 kali / menit pada anak usia 1 – 12 tahun

Lebih dari 50 kali / menit pada anak usia 2 bulan – 1 tahun


Ingat, keadaan setiap anak bisa berbeda-beda, Toppers.Perhitungan ini hanya merupakan estimasi. Yang paling penting, perhatikan apabila anak bernapas lebih cepat dari biasanya dan disertai dengan tanda sesak napas.


2.Gejala Serupa Penyakit Flu


Hampir 90 persen kasus pada anak dilaporkan ringan dan mirip dengan gejala flu seperti demam, batuk, radang tenggorokan, dan bersin terus menerus. Jika suhu tubuh diatas 38 dan tidak mereda juga walau diberi obat demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan.


Kabar baiknya, kalau dilihat dari sebagian besar kasus, virus corona ini hanya mengidap pada saluran pernapasan anak-anak bagian atas.


Virus ini jarang turun ke paru-paru anak sehingga seringkali tidak menimbulkan gejala pneumonia seperti sesak napas.


Alasan pastinya masih belum diketahui. Namun dengan demikian, para dokter berharap agar orang tua tidak merasa panik dan cemas yang berlebihan.


3. Menunjukkan Gejala Dehidrasi

Beberapa gejala corona pada anak bisa disertai dengan tanda dehidrasi. Untuk perawatan awal, berikan air minum yang banyak untuk meningkatkan cairan tubuh anak.


Jika anak belum buang air kecil selama 8 – 12 jam, menangis tanpa keluar air mata, atau terlihat tidak berenergi dari biasanya, segera bawa ke dokter untuk diperiksa.


4. Masalah Saluran Pencernaan

Salah satu ciri corona pada anak yang sering ditemukan adalah diare, mual, muntah, dan rasa sakit pada perut. Hampir 50 persen kasus corona pada anak di Cina mengalami gangguan pencernaan.


Gejala Covid-19 ini terkadang tidak disertai dengan demam dan bisa disalahpahamkan sebagai alergi atau sakit perut biasa.


Namun, jika tidak dirawat, bisa berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan. Pastikan anak diberi minum yang banyak untuk mencegah komplikasi dehidrasi.


5. Nafsu Makan Berkurang


Masalah saluran pencernaan ini biasanya disertai dengan nafsu makan yang berkurang drastis dan letih lesu, terutama pada bayi. Sebaiknya, perhatikan juga perilaku anak apabila berbeda dari biasanya. Waspadai jika anak merasa gelisah dan terus menangis.


Jumlah kasus corona pada anak memang tidak sebesar orang dewasa. Oleh karena itu, data-data yang dikumpulkan dari kegiatan observasi belum terlalu memadai. Hingga saat ini, tenaga medis pun masih mempelajari dampak dan ciri corona pada anak yang lebih spesifik.


Oleh karena itu, para orang tua dihimbau untuk terus memperhatikan kondisi anak. Selain aktif mengajari anak cara pencegahan Covid-19 secara sederhana seperti rutin mencuci tangan, hindari memegang wajah hingga etika batuk yang benar, pastikan jika seluruh kebutuhan si kecil mulai dari susu, makanan hingga popok terpenuhi.


*Benedicta Clarissa*